what i feel, what i hear and what i see..

I don’t need nobody when you are not around..

I don’t need to hear sympathy when I am feeling down..

I don’t even need a shoulder when I am crying my tears..

I just want you to love me, cause baby you are all that I need..

(From my brother pre Wedding Album)

November 6th, 2008 at 7:47 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Love Me - Glenn Fredly

September 3rd, 2008 at 11:27 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

disaat manusia sendiri, diam.. bermain dengan pikiran-pikiran yang ada, mencari jawaban yang sebenarnya tidak tau mana jawaban yang sebenarnya atas apa yang dicarinya..

disaat terang itu mulai meredup kembali, ntah kenapa.. mencari jawaban dengan pikiran-pikiran yang ada dan tidak tau mana jawaban yang sebenarnya atas apa yang dicarinya..

disaat mulai bangkit, ntah kenapa.. bermain dengan pikiran yang ada dan tidak tau mana jawaban yang sebenarnya atas apa yang dicarinya..

mungkin ini, mungkin itu.. tidak tau mana jawaban yang sebenarnya atas apa yang dicarinya..

tape dehh..

 

September 3rd, 2008 at 10:49 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

seorang wanita diam, dalam gelap.. mengenggam lilin yang sudah padam.. di tengoknya kebelakang, disana gelap.. tengok sekali lagi tetap gelap.. berharap dikanan kiri akan ada cahaya, ternyata sama gelapnya.. tak membantu..

tidak ada gunanya berdiam diri.. diangkatnya wajahnya menghadap kedepan.. ada cahaya disana.. cahaya putih yang terlihat semakin bersinar.. dia memutuskan untuk berjalan kearah sana.. berjalan untuk meraih ketulusan dan keikhlasan.. yang katanya disana ada kebahagiaan..

May 6th, 2008 at 12:19 am | Comments & Trackbacks (5) | Permalink

Aku menatap ke bawah dan melihat bayangan seekor burung pipit yang sedih dan lemah, selalu mengepakkan sayap-sayap kecilnya menerpa angin, dan butiran-butiran pasir yang beterbangan menghunjam tubuhnya. ia berjuang dengan segenap kemampuannya untuk tetap terbang, membungkukkan punggungnya yang telah letih.

Aku merasakan diriku bagai burung pipit itu, terbelenggu dan tak berdaya di bumi ini dan kesedihan menorehkan luka yang dalam pada asa di dalam diriku yang melemah.

Aku telah melihat sebuah gelas yang kosong setengahnya yang membuatku begitu putus asa. sebenarnya, bagian yang setengahnya dituangkan adalah nektar yang telah lama aku inginkan dan butuhkan.

Aku menangis dalam hati.

Aku berhenti dan mencium sekuntum mawar tapi pastinya mawar yang salah.

Aku punya jiwa dan spirit tapi telah lama terlupakan dan jiwa itu bahkan tidak saling menyapa. disaat aku mengerahkan sisa-sisa daya dan keberanianku ke dalam sayapku yang harus segera aku kepakkan, Aku benar-benar kehilangan arah tujuan yang telah aku tetapkan.

Aku benar-benar tersesat di mana aku telah ditakdirkan untuk berada setiap bidang tanah yang kutandai ada disini dan aku semakin tersesat dalam hidup ini.

Dalam gelapnya pengetahuanku akhirnya kutemui harapanku, dalam kebenaran sejati yang sama sekali tidak kumiliki.

Aku takkan pernah mencapai tempat yang telah ditakdirkan untukku melalui jalan ini tak peduli upaya, darah, air mata, keelokan jiwaku, saat sayap-sayapku terluka oleh mahluk kesedihan yang kuciptakan sendiri.

Dan dalam pengharapan yang hampa ini, yang terbentuk dari penghinaan namun menyadarkan, aku menemukan angin, bukan hanya angin tapi angin di dalam angin.

Aku berhenti mengepakkan sayapku, membiarkannya, dan mulai melayang, melambung ke angkasa jiwku yang sejuk dan lembut, kehidupanku yang sesungguhnya sebenarnya tak perlu dicemaskan. segala sesuatu menjadi baru dan aku melayang, kemudian membumbung tinggi, tanpa perlu mengepakkan sayap menuju surga.

Sayap-sayapku memeluk langit dan akhirnya jiwaku mengenal lagi spiritku.

Nektar itu bukan di dalam gelas, karena ia telah dituangkan ke dalam jiwaku dan mawar yang harum mewangi itu ada di mana-mana.

Aku tak perlu berjuang dan melukai tubuhku karena sekarang aku hidup.

Pasir dan angin turut bersamaku di saat aku terbang, saudara-saudaraku ada di sisiku, mengusap-usap dan memelukku.

Aku mengamati isi seluruh dunia menghirup dan mengembuskan keindahan murni. berat tubuhku menguap bersama napas kelegaan yang kuhembuskan dan mengisi awan gemawan yang membelai rambutku.

aku melihat rentang lebar sayap seekor elang berteman dengan angin dari semua angin, di mana elang selalu menjadi bagiannya.

March 3rd, 2008 at 1:38 am | Comments & Trackbacks (3) | Permalink

Pernah gak sie, loe berada disuatu keadaan, di mana ngerasa sakit di dada loe sakit kayak keiris dan sakitnya sampai ke kepala.. tulang tangan loe terasa ngilu sampe loe pengen nangis tapi gak bisa..

Loe hanya bisa diam dan bermain-main dengan pikiran loe, gak ada lagi.. dan berusaha mengalihkan pikiran loe sebisa mungkin untuk mengurangi rasa sakit itu..

Teriak udah.. jerit udah.. membohongi diri dan orang lain kalo dah ga sakit udah.. tapi kenapa sakit itu juga ga ilang2.. datang dan pergi di waktu yang gak disangka2..

Capek banget.. sedih.. kenapa ga bisa juga bangkit.. kenapa jadi jatuh terus..

September 28th, 2007 at 5:29 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, ” Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima”.

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan pengiriman. Disini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu.

Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku. “Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas. ” Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”. “Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?”, tanyaku. “Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata, “Terima kasih, Tuhan’ “.

“Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri”, tanyaku. Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

Juga…. “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan … engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup  hingga hari ini.

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.

“Jika engkau dapat menghadiri beribadah atau ikut pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian… maka engkau lebih diberkati daripada 3 milyar orang di dunia.

“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan… maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.

Jika engkau masih bisa mencintai … maka engkau termasuk orang yang besar, Karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun.

“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.

“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih diberkati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali”.

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa diberkatinya kita semua.

“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu “.

September 22nd, 2007 at 7:06 am | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

hahaha..
pengen ketawa.. inget cerita teman saya.. kan lucu alasan seseorang making decission karena telepon ga diangkat-angkat.. dia tidak tahu alasan yang sebenarnya apa? hanya ada informasi tambahan seseorang itu jalan dengan cewek lain tadi malem.. hmmph..

ga mo mikir negatif sie, tapi kalo ditanya ga jawab malah bilang ga siap dengan interogasi.. kenapa harus ga siap kalo memang tidak ada apa2.. bingung juga ya..

seseorang itu bilang “kita mau fun aja susah banget ya..” jawaban saya yah, ada di isi blog saya sebelumnya.. mungkin kenyamanan itu yang orang2 suka flirting inginkan.. pergi dengan siapa pun ga masyalaahh.. hahaha.. susah ya..

“Goodbye, 7 times already. all rules is not valid anymore and subject to dismiscal.. :)”

Rules?? yup.. Rules ga boleh gatel lagi…

Goodbye maybe not, but the rulesnya been canceled, kita coba berteman dulu yuk neng.. (W hughs..)

alasan apa yang menjadi kesimpulan di kepala saya, mungkin kamu bisa menebak sendiri..

He wants u and he wants all his fans too… Are u ready for that? I don’t think so… daripada berdampak jadi frigit, mending kabuuuuuuurrrr…..

September 10th, 2007 at 8:06 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Ketika kita menyadari bahwa seseorang merasa tidak nyaman dengan diri kita karena harus ini - harus itu, walau kita sudah berusaha keras untuk memberikan kenyamanan dengan meringankan harus ini - harus itu tersebut, tapi tetap saja orang itu merasa tetap tidak nyaman, yah, buat apa lagi berusaha keras..

Mungkin lebih tepatnya buat apa kita memaksakan diri.. Saya baru menyadari membiarkan orang lain bebas menentukan jalan hidupnya ternyata memang lebih menyenangkan. Memang
terkadang berat secara emosional, karena manusia punya rasa ingin memiliki (tapi kalau terlalu maruk ga bae juga kan :p).

Yah, manusia memang tidak suka dengan yang namanya harus ini - harus itu, hanya menurut saya kalau kita menyadari hal apa yang harus kita lakukan sebagai seorang yang punya tanggung jawab, mungkin kita tidak akan terbebani dengan hal harus ini - harus itu tersebut.




September 8th, 2007 at 8:14 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

What if I took my time to love you?

What if I put no one above you?

What if I did the things that really mattered?

What if I ran through hoops of disaster?

No one would care if we never made it

We’re in this alone so why don’t we face it

There is no room to blame one another

We just need time to forgive each other

What about love?

What about feeling?

What about all the things that make life worth living?

What about faith?

What about trust?

And tell me baby… what about us?

How can I give this Love a new beginning?

How can I stop the rain? It’s never ending

How do I keep my soul believing?

Memories of how we should be keep calling

I’ll take the rivers rise

I’ll take the happy times

I’ll take the moments of disaster

What about love?

September 7th, 2007 at 5:36 am | Comments & Trackbacks (1) | Permalink